Pages

Click here for Forum

Monday, 30 May 2011

Huh..?

Blog nie akan adew perubahan sedikit...dri segi music..and lain2....smpai sinie jew sbb nak update + nak brithu pekre nie jew..Owh..lupe... Selamat Bercuti!! berhati dijln raya atau dimana2 shja...

Comment kat bwh nie...korg gi mane cuti sekolah nie.

KK.. Peace! V... Happy Go Lucky :]

Monday, 23 May 2011

sahabat yang dirindui

Seorang Sahabat adalah anugerah Allah...

kemana dia pergi kita akan mencari,

dari mana dia datang kita tak perlu mengatahui,

Tetapi....

Kemana dia hilang kita pasti akan merindui... ^___^

Saturday, 21 May 2011

Habbo?

Kepade sesiape yg main habbo.com..and rase nak add sye...username:.:Amir:. kk....klau main imvu .. aiibk kk..username : aiibk ..bye..assalam

Tuesday, 17 May 2011

BERHATI-HATI DALAM MEMILIH SAHABAT

atas dunia ini,
ada manusia yang boleh dipercayai,
&
ada juga manusia yang tidak boleh dipercayai,
hati-hatilah memilih seseorang sabahat dalam kehidupan kita seharian.....
waAllah a'lam

Saturday, 7 May 2011

DIARI SEORANG MUSLIMAH: wanita dan aurat

DIARI SEORANG MUSLIMAH: wanita dan aurat: "Saudariku..... Sesungguhnya kejadianmu terlalu unik Tercipta dari tulang rusuk Adam yang bengkok menghiasai taman-taman indah Lantas menjadi..."

Thursday, 5 May 2011

LAKI-LAKI YANG BAIK UNTUK WANITA YANG BAIK



تقع أشكالها على الطيور إنمثله في يرغب فكل

Sesungguhnya burung-burung itu akan bertenggek bersama burung yang sama bentuknyaSehingga setiap orang akan mencintai yang semisal dengannya Al-Bukhori rahimahullâh berkata (9/132): Musaddad mengkhabarkan kepada kami, dia berkata: Yahya mengabarkan kepada kami dari dari ‘Ubaidillah, ia berkata: Sa’id bin Abi Sa’id mengabarkan kepadaku dari bapaknya, dari Abu Hurairah radhiyallohu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Wanita itu dinikahi kerana empat perkara: kerana hartanya, kemuliaan nasabnya, kecantikannya, dan kerana agamanya. Maka nikahilah wanita yang baik agamanya nescaya kamu beruntung.”Hadits tersebut diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim (2/1086).Makna hadits tersebut adalah bahawa dalam memilih wanita sebagai isteri, manusia terbahagi menjadi empat bahagian:

1. Di antara mereka ada yang menyukai wanita yang memiliki agama dan berharta

.2. Ada yang menyukai wanita yang memiliki nasab mulia

.3. Ada yang menyukai wanita berwajah rupawan

.4. Dan yang menyukai wanita yang baik agamanya.Wanita yang baik agamanya

adalah wanita yang bertaqwa. Dia sentiasa melaksanakan perkara-perkara yang telah Allah Subhânahu wa Ta’âlâ wajibkan dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.

Sebagaimana perkataan Alloh Subhanahu wa Ta’âlâ:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu maka wanita yang solehah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka).” (An-Nisaa’: 34)Dia akan menjaga dirinya dan harta suaminya. Dia tidak akan keluar kecuali dengan izin suaminya, dan mengetahui hak-haknya tanpa melampaui batas.Sudah dimaklumi, meskipun dia adalah wanita yang baik agamanya, namun pastilah dia tidak akan mampu menyempurnakan tugas-tugasnya. Kerana wanita adalah makhluk yang kurang akal dan agamanya. Tetapi hal ini tidak ada ertinya jika dibandingkan dengan kesolehannya. Ini perkara yang tidak boleh diabaikan.Sungguh Allah Subhânahu wa Ta’âlâ telah menyebut-nyebut kenikmatan yang Dia anugerahkan kepada Zakaria hamba-Nya, dengan

Firman-Nya :

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَوَهَبْنَا لَهُ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ

“Maka Kami mengabulkan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami memperbaiki istrinya.” (Al-Anbiyaa’: 90)Wanita yang baik agamanya akan mencintai lelaki yang baik agamanya pula

Dan wanita yang sebaliknya akan mencintai lelaki yang sebaliknya pula.Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda sebagaimana dalam Sunan Abi Dawud (no. 4833) dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:“Seseorang itu sesuai agama temannya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa temannya.”Di dalam Ash-Shohihain disebutkan dari hadits Abu Musa radhiyallâhu ‘anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang jelek itu seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi yang meniup alat peniup api. Penjual minyak wangi akan memberikan minyak wangi kepadamu atau engkau akan membelinya. Sedangkan tukang besi akan membakar bajumu atau engkau akan mencium bau yang busuk darinya.”Jika demikian halnya dengan laki-laki, terlebih lagi wanita.

Kerana wanita pada umumnya lebih cepat berubah dan berpindah dari satu keadaan kepada keadaan yang lain. Kita memohon kepada Alloh Subhânahu wa Ta’âlâ ketetapan hati kita. Teman dekat itu akan mempengaruhi temannya. Oleh kerana itulah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih teman yang baik.

Allah Swt berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ

تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28)

Ketika seorang muslim baik lelaki atau wanita akan bernikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gelisah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses ta'aruf sekalipun masih ada juga perasaan ragu-ragu.

Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)

Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang soleh, jadilah wanita yang solehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah kerana belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang. Sebahagian mereka tetap ragu dengan anggka ringgit yang mereka perolehi. Dalam memikiranya , “ cukup tak untuk saya berkeluarga dengan gaji macam ni?”.

Ayat nilah merupakan jawapan buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jinjang pernikahan kerana alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi keperluan keluarga. Bukannya angka wang ringgit yang ada. Sebabnya Allah pasti akan menolong mereka yang ingin mendirikan rumahtangga. Allah Maha Adil, bila tanggungjawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban memberi nafkah kepda isteri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rezeki yang lebih. Tidakkah kita sedar ramai masyarkat kita yang susah tapi mendirikan rumahtangga?, kemudian Allah memberinya rezeki yang berlimpah dan mencukupkan keperluannnya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, iaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah kerana ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)


5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)


Allah Swt pasti akan memakbulkan para hamba-hambaNya yang beriman,tidak kira apa kebaikan yang kita minta,apa permintaan sekalipun yang tidak menganiayai orang lain dan perkara-perkara yang baik.


Ketika berdoa adab berdoa perlu diambikl kira.

Contohnya adalah ikhlas, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]

Manfaat lain dari berdoa bererti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebahagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima solatnya selama empat puluh malam”. (Hadits sahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat”. (Al Baqarah : 153)

Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan solat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Kerana sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)

Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahawa sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Allah juga telah menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)

Sekiranya kita hendakkan pertolongan dari Allah, bantulah agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengkabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang

lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Renung2knlah wahai saudara-saudaraku sekalian...

InsyaAllah..Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyayang..


Wednesday, 4 May 2011

CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH




















Usahlah rendah diri jika tidak mempunyai wajah dan tubuh yang cantik, kerana setiap orang berpeluang mencantikkan iman, hati dan akhlak. Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata padaku, “Mahukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni syurga?” Aku menjawab, “ya”.
Dia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi s.a.w. lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit epilepsi dan auratku tersingkap saat penyakitku mula menyerang. Doakanlah untukku agar Allah menyembuhkannya.”
Nabi s.a.w. berkata, ‘Jika engkau mahu, engkau bersabar dan bagimu syurga, dan jika engkau mahu, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’
Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu dia berkata lagi, ‘Tatkala penyakit ini menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’ Maka Nabi pun mendoakannya.” (Riwayat Bukhari Muslim).
Betapa rindunnya hati ini kepada syurgaNya yang begitu indah. Yang luasnya lebih luas daripada langit dan bumi. Betapa besarnya harapan ini untuk menjadi salah seorang penghuni syurgaNya. Dan subhanallah! Ada seorang wanita yang berjaya meraih kedudukan mulia tersebut. Bahkan dia dipersaksikan sebagai salah seorang penghuni syurga di kala nafasnya masih boleh dihembuskan, jantungnya masih berdegup, dan kakinya masih menapak di permukaan bumi.
Sebagaimana yang dinyatakan oleh Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabahm “Mahukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni syurga?” aku menjawab “Ya”.
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah…”
Wahai para Muslimah, tidakkah engkau berasa iri hati dengan kedudukan mulia yang diraih oleh wanita itu? Dan tidakkah engkau ingin tahu, apakah amal ibadahnya yang membantu dia menjadi seorang wanita penghuni syurga? Adakah kerana dia seorang wanita yang cantik jelita dan berupa paras elok? Atau dia seorang yang berkulit putih dan cerah berseri? Tidak. Bahkan Ibnu Abbas menyebutnya sebagai wanita yang berkulit hitam.
Mungkin sesetengah masyarakat menganggapnya seorang wanita biasa. Namun, hakikatnya dia merupakan seorang wanita yang memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-Nya. Inilah bukti bahawa kecantikan fizikal bukanlah ukuran kemuliaan fizikal itu diperlihatkan kepada suaminya dan orang-orang yang halal baginya.
Keindahan Iman
Kecantikan iman yang terpancar dari hati yang benar-benar ikhlas akan membantu seseorang wanita itu meraih kedudukan yang mulia. Dengan ketakwaan, keimanan, keindahan akhlaknya, dan amalan solehnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia akan tampak cantik bak bidadari di syurga.
Bagaimana pula dengan keadaan wanita zaman sekarang yang sibuk berhias diri tetapi enggan memutihkan hatinya? Mereka begitu khuatir jika wajahnya tidak secantik dulu, berbanding iman dan hatinya yang kini ternoda dengan noda-noda hitam kemaksiatan – semoga Allah memberi mereka petunjuk.
Kecantikan fizikal bukanlah segalanya. Kecantikan luaran ini hanya akan memerangkap pemiliknya pada kemaksiatan dan dosa. Maka, usahlah berasa rendah diri jika anda tidak mempunyai wajah dan tubuh yang cantik. Syukurilah sebagai nikmat Allah yang sangat berharga ini. Cantikkanlah iman, hati dan akhlakmu itu.
Berbalik kepada kisah wanita penghuni syurga itu, wanita berkulit hitam itu sebenarnya menderita penyakit epilepsy. dia telah datang kepada Rasulullah s.a.w. dan meminta baginda berdoa kepada Allah agar menyembuhkan penyakitnya.
Seorang Muslim itu boleh berusaha untuk menyembuhkan penyakit yang dihadapi. Asalkan usahanya itu tidak melanggar syariat. Salah satu usaha yang boleh dilakukan adalah dengan berdoa. Sama ada berdoa sendiri ataupun meminta orang yang soleh mendoakannya.
Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit epilepsy dan auratku tersingkap saat penyakitku mula menyerang. Doakanlah untukku wahai Rasulullah agar Allah menyembuhkannya.”
Penyakit epilepsy bukanlah penyakit yang ringan. Lebih-lebih lagi jjika penyakit itu dideritai oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang terpaksa ditanggung oleh penderita. Bukan sahaja disisih oleh masyarakat bahkan ramai yang memandang jijik pada penyakit ini.
Namun, lihatlah perilaku wanita terpilih ini. Apakah dia berasa benci dengan takdir yang menimpanya? Apakah dia mengeluh dengan penderitaan yang dihidapinya? Tidak! sedikitpun dia tidak berasa menyesal sebaliknya berserah dan terus bersabar. Cuma apa yang diharapkan agar, auratnya tidak tersingkap saat penyakitnya mula menyerang.
Subhanallah. Dia adalah seorang wanita yang sangat khuatir jika auratnya tersingkap. Bahkan, wanita istimewa ini tahu kewajipan sebagai seorang wanita yang wajib menutup aurat, dan dia akan berusaha melaksanakannya meskipun dalam keadaan sakit. Inilah antara ciri-ciri wanita solehah, calon penghuni syurga. Iaitu mempunyai sifat malu dan sentiasa berusaha untuk menjaga kehormatannya dengan menutup aurat. Bagaimana pula dengan wanita zaman sekarang yang sewenang-wenangnya membuka dan menonjolkan aurat yang seharusnya ditutup?
Menerusi hadis di atas terdapat pula dalil atas keutamaan bersabar. Kesabaran merupakan salah satu faktor seseorang itu masuk ke dalam syurga.
Nabi s.a.w. berkata, “Jika engkau mahu, engkau bersabar dan bagimu syurga, dan jika engkau mahu, aku akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu.” dan wanita itu menjawab, “Aku pilih untuk bersabar.”
Wanita itu memilih untuk bersabar walaupun dirinya sedang menderita. Salah satu ciri wanita solehah yang ditonjolkan oleh wanita itu adalah bersabar menghadapi sebarang cubaan dan dugaan.
Sedarilah, kadang-kala hanya dengan amalan yang ada, seseorang hamba itu masih tidak mampu untuk mencapai kedudukan-kedudukan mulia di sisi Allah. Maka, allah SWT akan terus memberi cubaan dan dugaan kepada hambanya dengan suatu hal yang ditak disukainya. Kemudian Allah SWT memberi pula kesabaran kepadanya untuk menghadapi cubaan tersebut.
Semoga dengan kesabarannya itu, kita dapat mencapai kedudukan yang mulia di sisi-Nya.
Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana dia belum mencapainya dengan amalanya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarknnya sehingga dia mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (Riwayat Imam Ahmad. Dan Hadis ini terdapat dalam silsilah Al-Hadis Ash-shahihah 2599).
Maka, di saat dugaan menimpa, berusahalah untuk bersabar. Semoga, dengan kesabaran itu Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita dan mengangkat kita ke kedudukan mulia di sisi-Nya